Setiap Orang Percaya Melayani
Catatan: Tulisan ini adalah bagian pertama dari seri “DNA Pemuridan” kami, yang membahas nilai-nilai utama dalam pemuridan. Setiap bulan, kami akan menerbitkan satu tulisan blog “DNA” dan satu artikel “perlengkapan” yang berisi saran praktis untuk upaya pemuridan Anda. ___________
Baca 2 menit

Catatan: Tulisan ini adalah bagian pertama dari seri “DNA Pemuridan” kami, yang membahas nilai-nilai inti dalam pemuridan. Setiap bulan kami akan menerbitkan satu artikel “DNA” dan satu artikel “perlengkapan”, yang berisi saran praktis untuk upaya pemuridan Anda.
___________
Apakah setiap orang percaya bisa melakukan pekerjaan Kerajaan yang Yesus perintahkan kepada para murid-Nya? Membagikan Injil. Memuridkan. Merintis gereja. Apakah semua orang percaya benar-benar boleh melakukannya? Bukankah ada aturan yang melarangnya?
Dalam 1 Timotius, Paulus memang memberi pedoman untuk menjadi pemimpin gereja. Seorang pemimpin harus memiliki karakter yang baik dan keluarga yang juga berkarakter baik. Ia harus mampu mengajar, dan ajaran serta doktrinnya harus sesuai dengan ajaran Yesus.
Semua orang percaya harus berusaha memiliki karakter yang baik, tetapi tidak semua orang percaya mampu mengajar. Jadi, tidak semua orang percaya adalah pemimpin.
Namun, semua orang percaya adalah pelayan.
“Setiap orang percaya adalah pelayan” adalah salah satu nilai utama tim Pattern—bukan hanya karena kami menyukai gagasan ini, tetapi karena kami melihatnya sebagai kebenaran dan pola utama dalam Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Baru.
1 Petrus 2:9 dan Wahyu 1:6 menyebutkan bahwa orang percaya adalah pelayan Allah yang menyampaikan kepada orang lain apa yang telah Allah lakukan.
Bayangkan jika setiap orang percaya menceritakan tentang Yesus kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya dan mengajak mereka mengikuti Yesus. Bayangkan jika setiap orang percaya membantu para pengikut baru ini berkumpul dalam kelompok kecil untuk belajar melakukan hal-hal sederhana yang dilakukan gereja yang sehat. Bayangkan jika setiap orang percaya membantu para pengikut baru ini mengenal Yesus lebih dalam dengan mengajukan pertanyaan sederhana saat mereka belajar Alkitab bersama dalam kelompok kecil. Bayangkan jika kelompok-kelompok kecil ini menjadi gereja-gereja kecil yang sehat, berkumpul di rumah dan memulai kelompok-kelompok lain yang juga berkumpul di rumah.
Banyak orang percaya tidak yakin bisa melayani dalam Kerajaan Allah karena kita tidak menyadari bahwa kita adalah pelayan yang sudah memiliki semua yang kita butuhkan.
Saat mendapat kesempatan untuk menjadikan seseorang murid, kebanyakan orang pertama-tama berkata, “Tunggu, aku butuh alat lain! Aku belum siap. Aku bahkan belum pernah sekolah Alkitab!”
Apa yang dimiliki para murid pertama saat Yesus mengutus mereka ke seluruh dunia untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya?
Mereka memiliki Roh Kudus.
Mereka memiliki Kitab Suci dan kisah-kisah tentang Yesus.
Mereka memiliki komunitas pengikut Yesus lainnya.
Sebagai orang percaya masa kini, kita memiliki “alat” yang sama: Roh Kudus, Kitab Suci, dan komunitas.
Dan Yesus memberi kita izin dan tugas untuk melayani! Kita semua, tanpa terkecuali!
Penulis: Kami S.
Siap menerapkannya?
Mulai buat aplikasi untuk orang-orang yang Anda layani, atau bicarakan dulu dengan kami.



