DNA Pelipatgandaan: Keberhasilan
Ringkasan: Saat anggota kelompok kecil melihat bahwa keberhasilan satu orang adalah keberhasilan seluruh kelompok, budaya saling merayakan pun tumbuh.
Baca 1 menit

Ringkasan: Saat anggota kelompok kecil melihat bahwa keberhasilan satu orang adalah keberhasilan seluruh kelompok, tumbuhlah kebiasaan untuk saling merayakan.
Setiap anggota kelompok kecil mengambil langkah untuk taat dan bertumbuh. Beberapa “keberhasilan” ini termasuk menaati Roh Kudus, menanggapi perintah dalam Kitab Suci, berdoa, membagikan pelajaran Alkitab kepada seseorang, mengampuni seseorang, membagikan Injil, mengakui dosa, dan memulai kelompok kecil baru. Bertumbuh dalam hal-hal ini membutuhkan keberanian dan kuasa Roh Kudus. Namun, kita juga membutuhkan orang-orang yang menyemangati.
Saat kelompok kecil melihat bahwa keberhasilan satu orang adalah keberhasilan seluruh kelompok, tumbuhlah kebiasaan untuk saling merayakan. Sama seperti kita turut merasakan setiap kesulitan dengan penuh kasih dan empati, semua orang juga bisa merayakan setiap langkah baru dalam ketaatan. Apa yang kita rayakan menunjukkan apa yang kita hargai. Saling menghormati seperti ini mencerminkan kehidupan gereja mula-mula.
Ayat-ayat dalam Perjanjian Baru yang berbicara tentang “satu sama lain” membahas kehidupan bersama, bukan kehidupan sendiri-sendiri. Beberapa contohnya: saling mendoakan, saling menguatkan, saling menyemangati, saling mengasihi, saling melayani, saling tunduk, dan saling menghormati. Itu baru beberapa contoh!
Pertumbuhan dan pelipatgandaan terjadi dalam suasana sukacita, perayaan, saling menguatkan, dan kerendahan hati. Agar kelompok kecil terbebas dari persaingan dan iri hati, mereka perlu melepaskan cara dunia memaknai “keberhasilan” dan menerima kehidupan penuh kasih dalam komunitas seperti yang terlihat di gereja mula-mula. “Keberhasilan” satu orang adalah keberhasilan seluruh kelompok kecil.
Siap menerapkannya?
Mulai buat aplikasi untuk orang-orang yang Anda layani, atau bicarakan dulu dengan kami.



