Pelipatgandaan Gereja Mikro
Ringkasan: Kami dengan sengaja merencanakan agar seluruh keluarga datang kepada Kristus! Kisah-kisah dalam Perjanjian Baru membantu membentuk harapan kami.
Baca 2 menit

Ringkasan: Kita sengaja merencanakan agar seluruh keluarga datang kepada Kristus! Kisah-kisah dalam Perjanjian Baru menjadi panduan bagi kita.
Catatan: Tulisan ini adalah bagian keempat dari seri “DNA Pemuridan” kami, yang membahas nilai-nilai utama dalam pemuridan. Nilai utama keempat Pattern adalah “Pelipatgandaan Gereja Kecil”.
Istilah “gereja kecil” mungkin terasa asing bagi kita di Amerika zaman sekarang, yang menganggap gereja sebagai bangunan besar. Namun, penting diingat bahwa pada dasarnya gereja adalah kumpulan orang percaya—apa pun bentuk tempatnya.
Untuk melipatgandakan murid-murid Yesus, kita perlu sengaja melakukan hal-hal utama, seperti membagikan Injil, mencari “orang yang terbuka pada Injil,” membiarkan orang percaya baru tetap berada dalam lingkungan sosial mereka, dan meneruskan visi untuk menjadikan orang lain murid. Kami percaya pelipatgandaan murid bisa berjalan dengan sangat baik melalui model gereja kecil. Gereja kecil adalah kumpulan kecil orang percaya yang berkumpul di rumah, tempat kerja, atau kedai kopi—di tengah lingkungan tempat tinggal orang-orang yang ingin kita jangkau. Di seluruh dunia, gereja berkembang pesat dalam bentuk gereja kecil!
Jadi, bagaimana proses melipatgandakan gereja kecil dimulai?
Pertama, saat membagikan Injil, kita sengaja mencari “orang yang terbuka pada Injil.” Orang seperti ini menerima Injil dengan sukacita dan dengan semangat mengajak teman serta keluarganya untuk mendengar kabar itu. Mereka menunjukkan sikap ini bahkan sebelum menjadi pengikut Yesus. Saat mulai mengikuti Yesus, mereka pun dengan bersemangat membagikan Injil. Jika ingin melihat pelipatgandaan, ada baiknya kita mencari orang-orang yang sudah disiapkan Roh Kudus untuk menerima Injil!
Lalu, kita mendorong orang-orang yang terbuka pada Injil untuk tetap berada di lingkungan sosial mereka agar bisa menjangkau teman dan keluarga. Artinya, kita tidak hanya ingin mereka “datang kepada kita,” tetapi juga ingin mereka tetap berada di lingkungan sosial mereka untuk membagikan Injil kepada teman dan keluarga. Terlalu sering, orang yang haus secara rohani dipisahkan dari lingkungan sosialnya (teman dan keluarga), dan kehidupan barunya sepenuhnya berpusat pada gereja yang sudah ada.
Kami memahami bahwa dalam beberapa keadaan, orang percaya baru perlu menjauh dari hubungan yang tidak sehat. Namun, bagi mereka yang berada dalam keadaan hidup “biasa,” kami ingin mereka belajar membagikan tentang Yesus kepada teman dan keluarga sambil bertumbuh dalam iman. Kita sengaja merencanakan agar seluruh keluarga datang kepada Kristus! Kisah-kisah dalam Perjanjian Baru menjadi panduan bagi kita: Kornelius (Kisah Para Rasul 10), Lidia (Kisah Para Rasul 16), dan kepala penjara di Filipi (Kisah Para Rasul 16).
Terakhir, kita membimbing orang percaya baru untuk memahami visi dan pola menjadi gereja kecil yang sehat. Pertama-tama, kita memberi contoh dengan menunjukkan kepedulian kepada orang lain. Tanyakan, “Lima teman atau anggota keluarga yang belum mengenal Yesus, siapa saja yang bisa kita doakan bersama?” Lalu, kita membekali mereka dengan cara sederhana untuk menjalani hidup bergereja. “Model Gereja Kecil” adalah nilai utama terakhir kami—jadi, kita akan membahasnya sebentar lagi!
Siap menerapkannya?
Mulai buat aplikasi untuk orang-orang yang Anda layani, atau bicarakan dulu dengan kami.



